Sun. Mar 29th, 2020

Majalah Inspirasi kaum muda

Amanda Narda, Jagoan Muda Panjang Tebing Indonesia

Narda Mutia

Narda Mutia

Masih muda dengan sederet prestasi panjang tebing dunia.
Amanda Narda, Jagoan Muda Panjang Tebing Indonesia

Panjat tebing dikenal sebagai olahraga ekstrem yang sangat menantang fisik, mental, tenaga dan keberanian yang kuat, selain itu risiko bahaya yang dihadapi pun cukup besar. Namun ternyata hal ini tidak menjadi hambatan bagi para peminatnya, bahkan di kalangan perempuan sekalipun. Seperti teman kita kali ini, Amanda Narda Mutia. Perjalanannya melakukan olahraga ekstrem ini bisa mengantarkan dirinya meraih juara pertama dalam ajang internasional yaitu Asian Youth Championship di Chongqing, China pada 1-4 November 2018 lalu.

Cewek yang biasa dipanggil Manda ini merupakan siswa kelas sepuluh di SMA Muhammadiyah 2 Pucang, Surabaya. Walaupun terlihat seperti kalem, namun ternyata ia doyan olahraga sejak berada di bangku SD terutama panjat tebing, silat dan basket. Perjalanannya mengalahkan 26 atlet panjat tebing se-Asia yang berlaga dalam perhelatan akbar tersebut bukanlah suatu hal yang mudah, loh. Mental dan fisik ia persiapkan betul sebelum pertandingan.

Ayahnya pun sempat melarang gadis ini untuk mengikuti panjat tebing karena menganggap olahraga ini terlalu keras untuk wanita. Namun berkat bujukan Mamanya yang sangat mendukung Manda dan disusul dengan kemenangannya menjuarai berbagai perlombaan, akhirnya sang ayah sepenuhnya memberikan izin serta dukungan.

Menurut Manda, salah satu kunci untuk sukses dalam berpanjat tebing adalah dengan menyukai proses pendakiannya dan bukan ditujukan untuk meraih kejuaraan saja. “Yang aku suka dari memanjat tebing itu saat aku berusaha melewati jalur yang sulit dan berusaha berlomba dengan waktu,” ungkap Manda.

TETAP KONSISTEN MENGENAKAN HIJAB

Selain itu, ia juga memiliki idola yang selama ini menginspirasinya, ialah Janja Garnbret. Sang juara dunia memanjat tebing asal Slovenia yang telah memenangkan banyak acara panjat tebing sejak 2016. Menurut Manda, siapapun wanita yang semangat bertahan dalam dunia panjat tebing, selalu menjadi semangat bagi dirinya untuk terus berlatih dan mencintai panjat tebing.

Selain kejuaraan internasionalnya, sebelumnya Manda juga mendapat Juara 1 Speed WR Youth Putri, Juara 1 Lead Youth B Putri, dan Juara 1 Boulder Youth Putri di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federal Panjat Tebing Indonesia.

Setelah itu akhir 2018 lalu barulah ia mengikuti ‘Asian Youth Championship’. Pada ajang tersebut, ia turun di kategori speed, dan berhasil menorehkan catatan waktu 9,44 detik. Sedangkan lawannya dari China hanya mencatatkan waktu 10,99 detik. Gadis dengan wajah imut ini sebelumnya tidak menyangka bisa meraih medali emas. Mengingat persaingan antar negara yang ketat dan saat itu ia juga sempat nervous karena cuaca di sana sedang dingin-dinginnya, yakni 12°C.

Meski telah mengharumkan nama Indonesia, tak lantas membuat dirinya puas. Kedepannya ia ingin lebih serius berlatih, mengikuti olimpiade dan memecahkan rekor kembali. Tak hanya prestasinya saja yang menarik perhatian, tapi juga busana yang ia kenakan. Amanda  membuktikan bahwa ia masih bisa berprestasi di bidang olahraga dengan kepala yang tertutup. Meski berhijab, pakaian Amanda terlihat serba praktis dan bisa bergerak aktif.

Selain menjadi atlet muda, gadis enerjik ini kedepannya ingin menjadi seorang psikolog. Saat ini ia masih menjadi siswa seperti biasa, dengan moto hidup Succes doesn’t come and find you, you have to go out and get it – Suksesnggak hanya datang lalu menghampirimu. Kamu harus bergerak dan mengambilnya sendiri. Ayoo semangat teman-teman! Mumpung kita masih muda dan punya banyak kesempatan untuk mengeksplor banyak hal yang disukai!” tutup Manda. [Artikel ini pernah dimuat pada Kuntum edisi Maret 2019]