Sun. Mar 29th, 2020

Majalah Inspirasi kaum muda

Guru Ideal Harus Sadar Perubahan

guru Ideal

Guru Ideal

Gimana sih guru ideal zaman sekarang tuh?

Guru, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Ideal adalah sesuatu yang sesuai dengan yang dicita citakan atau dikehendaki. Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa guru ideal adalah seorang yang mengajarkan untuk bisa meraih apa yang dicita citakan atau dikehendaki oleh muridnya.

Guru ideal, dambaan kita semua. Ia mampu menjadi inspirator dan panutan untuk kita. Ilmunya seperti mata air yang tak pernah habis. Semakin diambil, semakin banyak limpahan airnya. Mengalir begitu bening, sehingga dapat menghilangkan dahaga dan memberikan kesegaran yang nyata bagi siapa saja yang meminumnya. Sedangkan, sikapnya penuh arif dan bijaksana, sehingga patut untuk kita tiru dan amalkan.

Guru tipe seperti ini layak disebut sebagai pahlawan. Pasalnya, dia mampu menciptakan suasana menyenangkan baik di dalam maupun di luar kelas. Hal tersebut yang membuat kita selalu tertarik untuk belajar. Karena sejatinya, belajar itu menyenangkan.

Dari situlah kita dapat mengenali kemampuan yang ada dalam diri kita, dan mengembangkannya. Orang-orang hebat akan lahir dalam rahim guru yang memiliki tipe tersebut. Pasalnya, mereka dapat memahami semua murid memiliki pontensi masing-masing, dan mereka berhak untuk mengembangkannya. Einstein pernah berkata setiap orang adalah jenius, tapi jika menilai kemampuan ikan memanjat pohon, seumur hidup ikan itu akan berfikir dirinya bodoh.

Kehadiran guru dengan tipe seperti ini sangat dibutuhkan oleh negara, untuk mempersiapkan generasi yang unggul dan mengolah bonus demografi secara maksimal. Pasalnya, selain mereka mengetahui karakter dan potensi peserta didik, kehadiran juga dapat menjadi anti-tesa guru yang ada.

Jika kita menggunakan analogi kecerdasan Einstien mengenai kapasitas seorang murid dan asupan apa yang harus diberikan. Kebanyakan guru di Indonesia telah mengalami dosis yang berlebihan dalam memberi asupan kepada siswanya. Apabila kapasitas seorang murid adalah ikan, ia diperlakukan layaknya monyet bahkan keledai.

Guru tidak hanya menyuruh ikan untuk memanjat pohon, tetapi juga turun dari pohon kemudian berlari sejauh 10 Km. Melihat sistem kurikulum yang mereka berikan, muncul sebuah pertanyaan dalam diri saya, apakah anda bangga dengan yang anda lakukan? Mengubah jutaan orang jadi robot? Apakah bagi anda itu menyenangkan? Sadarkah anda? sudah berapa banyak anak seperti ikan tadi? Berenang melawan arus dikelas untuk menjadi yang terbaik, tidak menemukan bakat mereka, mereka pikir dirinya bodoh, percaya bahwa mereka tak ada gunanya? Handphone masa kini jauh berbeda dengan handphone pada masa dulu. Handphone dulu menggunakan keypad, sekarang sudah layar sentuh semua. Mobil jaman dulu yang masih sangat sederhana, sekarang sudah mewah.

Namun bagaimana dengan kelas pembelajaran? Dari dahulu hingga sekarang tidak ada yang jauh beda. Sangat memalukan! Itu artinya sudah sangat lama pembelajaran kita tidak ada yang berubah.”

Maka menjadi tugas untuk kita semua sebagai pelajar untuk melanjutkan perjuangan para guru kita dan untuk tidak mengulangi hal yang sama.

SALAM PELAJAR!

Penulis : Dzakiyuddin Izzul

Speak Up Januari 2020