Majalah Inspirasi kaum muda

Kriteria Guru Idaman Semua Pelajar

Pelajar

Foto from : Pexels.com

Beginilah kira-kira kriteria guru idamanku

Sebagai anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan generasi tua diperlukannya wawasan dan karakter yang terdidik, tapi pertanyaan terbesar yang ada sekarang ini, apakah kita dapat mewujudkannya?

Jika saya yang menjawabnya maka mungkin saja terwujud meski saya tidak terlalu yakin. Salah satu hal yang dibutuhkan anak muda sekarang untuk mewujudkan hal itu adalah adanya tenaga didik yang sesuai dan cocok dengan bagaimana ia belajar. Meski beberapa orang tidak terlalu memperhatikannya, tapi bagaimanapun dengan tenaga didik yang ideal bagi pelajar dan cukup kompeten pasti akan meningkatkan mutu pendidikan indonesia.

Nah berikut ini kriteria tenaga didik yang disenangi dan menjadi favorit mayoritas  siswa dengan kata lain “Sosok Guru Ideal Bagi Pelajar” menurut versi saya pribadi :

1.Muda dan aktif

Tenaga pendidik seperti ini kiranya cocok sekali dengan para anak muda karena dengan seperti itu tidak ada dinding yang menyulitkan bahkan  menghalangi mereka untuk berinteraksi. Para siswa tidak sungkan bertanya materi mana yang belum terlalu ia pahami, sesuatu yang ingin diketahui dan lain sebagainya. Hal itu dikarenakan umur mereka yang tidak terlalu jauh.

Selain itu, tenaga didik muda pasti lebih mengenal anak muda dengan baik, tapi meski begitu kekurangannya para anak didik lupa akan batas mereka dan malah melunjak kepada gurunya. Pelajar perlu menyadari meskipun sang guru masih muda beliau tetaplah guru yang mendidik dan mengajarkan kita banyak hal. Hal yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah menjaga adab pada guru dan mengerti adab dalam belajar, muda dan aktif hanyalah penunjang bagi siswa.

2. Kompeten dan berwawasan luas

Tenaga didik yang kompeten pasti paham dengan apa yang mereka ajarkan, jadi dengan seperti itu tenaga didik bisa menjawab pertanyaan siswa dengan baik, bahasa kerennya memuaskan para siswa yang haus akan ilmu.

Pertanyaan yang tidak terjawab dengan baik menghasilkan pemahaman siswa yang salah dan akhirnya siswa merasa bahwa ia tidak menguasai materi yang diajarkan. Dilain sisi siswa terkadang membutuhkan informasi selain daripada apa yang ia ajarkan, seperti berbagai macam tutorial, cerita orang-orang bijak, sejarah, penemuan terbaru dan hal lainnya, dengan kata lain wawasan luas akan dunia juga diperlukan.

3. Kreatif dan tidak monoton

Terkadang siswa tertidur bukan karena ia menginginkannya tapi karena cara mengajar guru yang terlalu monoton dan membosankan, meski kebanyakan faktor siswa tidur dikelas dikarenakan faktor fisiologis dan manajemen diri yang buruk, namun tenaga didik kreatif memberikan semangat tersendiri bagi para siswanya. Para siswa akan lebih tertarik dengan pembelajaran yang dibawakan dengan kreatif dan menarik. Pola itu akan membuat apa yang ingin guru sampaikan tersampaikan dengan baik.

Tidak monoton disini juga diartikan tidak hanya terfokus pada materi pembelajaran tetapi sesekali memberi intermezo atau hiburan pada siswanya, seperti menonton film, bermain permainan atau sekedar motivasi ringan. Hal ini berpengaruh pada mental dan psikologis siswa, siswa tidak terlalu terbebani dengan materi yang diajarkan karena pikiran mereka seperti tersegarkan kembali. Hal ini juga mengubah mindset siswa dari “sekolah itu membosankan” menjadi “sekolah itu menyenangkan”.

Tetapi dari ketiga aspek diatas, seperti yang sudah disingung, untuk meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya terletak hanya pada gurunya saja tetapi juga di  para siswanya yang dapat ta’zim dan hormat pada guru, karena guru merupakan orang tua kita disekolah, guru dengan ketiga aspek diatas hanyalah penunjang dan pendorong siswanya agar mudah menerima pelajaran. Nah, begitulah sosok guru ideal versiku bagaimana dengan versimu?.

Numero Uno Arroefy

X Mia 1 Mad. Muallimin Muhammadiyah YK