Sun. Mar 29th, 2020

Majalah Inspirasi kaum muda

Nonton Film Bajakan Semakin Susah, Bagaimana Alternatifnya?

film
Nonton Film Bajakan Semakin Susah, Bagaimana Alternatifnya?

Menonton bioskop, bagi saya adalah pengalaman personal yang menyenangkan. Banyak hal yang saya dapatkan dari menonton film di bioskop. Selain hiburan, saya juga mendapatkan ilmu dan teman. Dalam sebulan, saya hampir dua kali pergi ke sana.

Aktifitas nonton film di biokop mempunyai rasa atau aura yang berbeda, jika dibandingkan dengan nonton melalui kanal media online lainnya. Saya dapat menikmati dan menjiwai film lebih leluasa, karena didukung oleh fasilitas yang memadai.  Namun, mahalnya harga tiket bioskop membuat tidak semua orang bisa menikmatinya. Sebagai alernatifnya, orang biasanya nonton film melalui layar gadget atau PC melalui kanal yang disediakan. Layarkaca21, indoXXI, misalnya.

Beberapa hari terakhir terdengar kabar buruk mengenai dunia perfilm-an di Indonesia. Terutama, bagi penikmat film melalui kanal online atau layanan gratis yang tersedia. Sebagaimana dilansir dari Kompas.com,  Kominfo mengaku sudah menghapus lebih dari 1.000 situs yang terkait dengan pembajakan. Kekhawatiran itu makin memuncak ketika laman Indoxxi berniat menutup akun bioskop online, dari 1 Januari 2020.

Pemblokiran laman streaming ilegal memang sudah bukan isu baru, sebelumnya pemerintah sudah sering melakukan pemblokiran situs online ilegal. Namun, situs biokop online masih tetap tumbuh dan bermunculan, baik berbayar maupun geratis seperti, Netflix, Iflix, dan Viu. Bahkan, Go Jek sebagai platform unicorn terbesar di Indonesia juga merambah pada dunia film dengan fitur Go-Play-nya. Platform yang tersedia itu bisa menjadi alternatif untuk nonton bioskop dengan biaya murah dan gratis.

Untuk aplikasi paling lengkap menurut saya, masih dipegang oleh Netflix. Setelah Netflix, Sobat juga bisa nih melirik HOOQ dengan ambil paket bulanan semurah mungkin atau kalau mau gratisan bisa ke Iflix. Buat yang keluarga suka nonton, bisa ambil alternatif lewat TV kabel. Saya sendiri sudah membuktikan kalau ternyata punya TV kabel itu malah bikin saya tambah hemat. Karena enggak pergi main kemana-mana. Hehehe.

Tetapi harus kembali diingat, tidak semua orang dan semua daerah memiliki akses terhadap hiburan-hiburan yang tadi saya bilang. Untungnya, sekarang kita sudah dihadapkan kepada kemudahan teknologi. Salah satunya, vidsee atau Youtube. Lewat dua kanal itu, Sobat bisa mengakses film-film pendek yang enggak cuma bagus tetapi juga makin bikin kita sadar bahwa industri film pendek Indonesia itu sudah maju banget.

Buat Sobat KUNTUM yang punya akses lebih, bisa banget kok kita pergi ke pemutaran-pemutaran alternatif kecil yang ada di daerah kita. Banyak festival-festival film di Indonesia ini loh! Gapapa kalau belum pernah, coba aja dulu siapa tahu ketagihan. Dan ya, saya enggak bisa menampik ketika kita enggak bisa melakukan cara legal itu, akhirnya kita harus kembali pada televisi yang ada di rumah kita.

Mulai apresiasi karya orang lain dari diri sendiri. Oke, Sob?

Penulis adalah Saraswati