Majalah Inspirasi kaum muda

Para Pelajar Teladan Bangsa Berkumpul Lawan Intoleransi

intoleransi

intoleransi

Para Pelajar Teladan Bangsa Berkumpul Lawan Intoleransi

Siaran Pers

Belakangan sering lagi kita dengar narasi-narasi intoleran muncul di Indonesia. Berbagai bentuk penolakan terhadap perbedaan dan sifat eksklusifitas atar golongan mulai menguat karena keengganan untuk saling memahami satu sama lain. Sehingga mengurangi kenyamanan dan kenikmatan dalam berwarga negara. Oleh karena itu, perlu adanya counter narasi sebangai pembentur gelombang anti-keberagaman tersebut.

Sejak tahun 2012, Maarif Institut telah konsisten dalam menanggulangi dan melawan munculnya watak intoleran melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan Maarif Institut adalah dengan diselenggarakannya Jambore Pelajar Teladan Bangsa (JPTB) bagi para pelajar. Setiap tahun, Para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dikumpulkan dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan.

Pada kali ke 8 ini JPTB dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga pendidikan (P4TK) Seni Budaya DIY. JPTB 2019 sendiri dimulai pada 17-22 November. Sebanyak 120 pelajar dari 86 sekolah di 26 provinsi turut berpartisipasi dalam JPTB 2019, Mereka adalah pelajar terpilih yang telah diseleksi dari ratusan pendaftar lainnya.

Jumlah ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya 100 peserta menajdi 120 peserta. Penambaham kuota tersebut harus dilakukan mengingat terus bertambahnya antusiasme para pelajar untuk mengikuti kegiatan JPTB setiap tahunnya.

Mengambil tema “Satu Indonesia”, Para peserta akan dibekali dengan 12 materi menjadi pelajar teladan bangsa yaitu memahami agama dan menjalankan perintahnya, menurut ilmu, adil, jujur, berbaik sangka, bersahabat, empati, tolong-menolong, toleransi, musyawarah, cinta tanah air, dan mengajak kebaikan mencegah kemungkaran.

“Bagi para peserta, bergembiralah selama berada di sini. Sebagaimana agama sebenarnya ada membawa kegembiraan” pesan Abd Rohim Ghazali, selaku direktur eksekutif Maarif Institut pada pidato pembukaan Jambore.

Sebelum secara resmi membuka kegiatan JPTB. Buya Syafii Maarif sendiri menghimbau kepada para peserta untuk memahami kondisi negeri ini. Setidak-tidaknya dimulai dari bagaimana negeri ini bisa terbentuk. Agar kelak dapat menjadi pemeran utama dalam proses memajukan bangsa.

Sebuah keniscayaan bahwa pelajar akan manjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Oleh karena itu, penting untuk menamkan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan seawal mungkin, dengan harapan terbentuknya para pemimpin bangsa yang berwatak toleran dan inklusif di masa yang akan datang.

Oleh : Ichsanul Rizal Husen