Majalah Inspirasi kaum muda

Pemudi di Pusaran Sumpah Pemuda

sumpah pemuda
Wanita-wanita yang terlibat dalam sumpah pemuda.
Pemudi di Pusaran Sumpah Pemuda

Tepat 91 tahun yang lalu, bangsa Indonesia merayakan berkumpulnya seluruh wakil dari berbagai daerah Indonesia untuk kedua kalinya dalam Kongres Pemuda. Tidak hanya Sumpah Pemuda yang lahir berkat Kongres Pemuda II ini, namun juga pemikiran-pemikiran dari para delegasi daerah disalurkan sehingga terciptanya satu payung yang menaungi perjuangan mereka yaitu Indonesia Moeda, sebuah organisasi gabungan untuk organisasi daerah.

Selama ini kita hanya tahu nama-nama seperti Muhammad Yamin, Soegondo maupun Sunario yang turut menyumbangkan idenya untuk mencetuskan Sumpah Pemuda. Namun, apakah kita sendiri pernah mendengar nama Poernomowulan, Siti Sundari bahkan Suwarni Pringgodigdo? Segelintir nama-nama itulah sedikit dari wakil perempuan yang diutus pada Kongres Pemuda II. Tercatat ada 10 orang perempuan yang hadir disana. Perempuan-perempuan yang tidak hanya pintar namun juga aktif dalam organisasi-organisasi daerah.

Poernomowulan misalnya, seorang guru yang juga anggota vokal di Jong Java. Dalam Kongres Pemuda II, Poernomowulan berkesempatan untuk berpidato menyampaikan tentang pendidikan perempuan untuk mencerdaskan “bangsa Indonesia” yang diimajinasikan saat itu.

Selain Poernowulan, Siti Sundari adalah perempuan pertama yang mencetuskan berdirinya majalah Wanita Swara yaitu majalah berbahasa Jawa di Pacitan pada tahun 1912. Sementara, Suwarni Pringgodigdo sendiri merupakan orang yang berada dibalik berdirinya organisasi Istri Sedar, salah satu organisasi perempuan yang cukup progresif pada masa itu. Kritikannya yang tajam serta penuh analisa membuat Suwarni diangkat menjadi ketua Istri Sedar. Istri Sedar sendiri memiliki misi utama untuk melekaskan dan merampungkan Indonesia merdeka.

Sob, bahkan ditahun itu banyak sekali peran perempuan yang selama ini tidak pernah tertulis di buku sejarah kita, tidak pernah kita ketahui jika kita tidak mencari tahu sendiri secara lebih dalam. Kongres Pemuda yang digagas oleh Muhammad Tabrani, salah satu tokoh penggiat bahasa Indonesia yang kadang luput dari perhatian sejarah. Kongres Pemuda serta hasilnya Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi milik beberapa nama saja, namun seluruh wakil yang hadir pada saat itu.

Kongres Pemuda merupakan pijakan pemuda dan pemudi Indonesia untuk melangkah ke kongres-kongres selanjutnya, seperti Kongres Perempuan I yang dilaksanakan bulan Desember pada tahun yang sama di Yogyakarta. Atau Kongres Bahasa yang diadakan pada tahun 1938.

Peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya menjadi label bahwa kita adalah satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air, melainkan menjadi ikatan bersama milik bangsa Indonesia. Selamat hari Sumpah Pemuda, sob!

Penulis : Saraswati Nur Diwangkara