Majalah Inspirasi kaum muda

Unike, Gadis Bantul Peraih Medali Emas Indonesian Science Project Olympiad 2019

pelajar bantul
Bersama rekan sebangkunya di kelas, ia berhasil raih prestasi gemilang.

Unike Khaerani Salmayanti atau Unike adalah seorang siswi ‘istimewa’ kelas XI IPA dari SMA Negeri 2 Bantul. Usut punya usut, dirinya baru saja menyabet medali emas dalam kompetisi Indonesian Science Project Olimpiade 2019 dengan penelitian berjudul ‘Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Gula Madukismo Sebagai Energi Alternatif Pengganti Batu Baterai Basah.’

Dalam ajang tersebut, ia membawakan hasil penelitiannya yakni sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Berbekal hasil dari cairan limbah pabrik gula yang mengandung glukosa lebih dari 50 %, cairan tersebut difermentasi dan menghasilkan asam cuka yang dapat digunakan dalam cairan aki.

Dua liter limbah cair pabrik gula mampu menghasilkan tegangan yang mencapai sembilan volt dan bisa bertahan hingga lebih dari tiga jam tanpa harus di charge. Solusi yang keren banget untuk sumber daya kita!

BERPRESTASI BARENG PARTNER DUDUK

Meski bersaing dalam hal akademis, bukan berarti sebuah prestasi tak bisa kalian capai secara bareng-bareng dengan teman di kelas kalian. Hal inilah yang berhasil Unike buktikan, dirinya telah mengubah mindset bahwa teman yang mulanya menjadi pesaing kini menjadi partner berkolaborasi. Awalnya,  karena suatu mata pelajaran yang memberi tugas untuk melakukan riset karya ilmiah, akhirnya ia mendapat kelompok dengan teman sebangkunya yakni Aldira Ayu Nastiti.

Tak sampai disitu setelah berhasil melakukan riset, mereka berdua malah terpilih untuk menunjukan hasil risetnya tersebut ke ajang OPSI, sayangnya mereka belum lolos dikarenakan makalah yang belum lengkap.

Tak menyerah, Unike tetap berusaha makalahnya bahkan sampai memakan waktu satu setengah tahun untuk berbagai persiapan lainnya. Selama itu, ia melakukan konsultasi kepada guru dan berlatih presentasi untuk mengikuti perlombaan lain yakni ISPO 2019, memodifikasi alat juga Unike pelajari lagi agar lebih efektif, setelah makalahnya jadi ia kemudian menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris sebagai ketentuan dari panitia. Haslilnya, Unike dan Aldira berhasil menyabet medali gold serta uang tunai sebesar lima juta rupiah. Congratulation!

Tidak berhenti sampai disitu, mereka berdua juga berkesempatan maju ke International Monstratec yaitu ajang perlombaan saintek (sains dan teknologi) di Brazil pada bulan ini. Apapun hasilnya, Unike percaya bahwa itulah yang terbaik.

Unike yang juga aktif di beberapa organisasi, diantaranya PC IPM, ROHIS, PMR( Palang Merah Remaja), dan SRC (Smadaba Riserch Community) memberi pesan kepada Sobat Kuntum untuk jangan pernah menyerah. ‘Jangan pernah lelah untuk berproses. Ketika kamu merasa lelah, banyak orang yg berjuang mati matian untuk mendapatkan apa anyg diinginkan. Tetap semangat, karena kegagalan adalah kunci kesuksesan. Jadikan kegagalan kalian itu sebagai motivasi untuk lebih maju.” tutupnya. Semangat sob!